Bali, Indonesia — IAS Hospitality (IASH) dengan resmi menunjuk Pieter Harting sebagai General Manager IAS Food Service, Bali. Penunjukan ini semakin memperkuat kapabilitas inflight catering perusahaan dan mempertegas posisi Bali sebagai hub strategis bagi maskapai regional maupun internasional.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri airline catering di Selandia Baru, Hong Kong, Malaysia, Amerika Serikat, dan Australia, Pieter membawa keahlian operasional yang mendalam serta rekam jejak transformasi fasilitas catering menjadi unit yang andal, berfokus pada pelanggan, dan kompetitif secara komersial. Ia pernah memegang posisi senior di LSG Group dan dnata Catering & Retail, mengelola produksi hingga 50.000 meal per hari untuk berbagai maskapai global.
Penunjukan ini menegaskan komitmen IASH dalam menghadirkan layanan inflight catering berstandar dunia dan mempercepat pertumbuhan berkelanjutan di kawasan.

Mendorong Babak Baru Keunggulan Inflight Catering di Bali
Dalam peran kepemimpinannya, Pieter akan memfokuskan upaya pada penguatan operational excellence, modernisasi proses menuju standar global, serta mendorong inovasi kuliner bersama tim chef untuk memenuhi kebutuhan maskapai.
Ariadevi Hermaini, Direktur Komersial IAS Hospitality, menyampaikan: “Pengalaman internasional Pieter, ketajaman komersial, dan dedikasinya terhadap layanan prima menjadikannya aset strategis bagi organisasi. Kehadirannya memperkuat ambisi kami untuk menyediakan layanan inflight catering kelas dunia dari Bali.”
IAS Hospitality bekerja sama dengan dnata Catering & Retail melalui kemitraan manajemen strategis, memanfaatkan keahlian operasional global dnata untuk mendukung pengembangan kapasitas dan kualitas layanan inflight catering di Bali.
Gareth Rees, Regional Chief Executive Officer untuk Australia dan Asia Tenggara, dnata Catering & Retail, menambahkan: “Kami menghargai kolaborasi dengan IAS Hospitality dan tetap berkomitmen mendukung perkembangan sektor inflight catering di Indonesia. Penunjukan Pieter memperkuat kapabilitas operasional dan mendukung momentum positif yang sedang berkembang di Bali.”

Memperkuat Value Proposition bagi Maskapai
IAS Food Service saat ini melayani sejumlah maskapai internasional utama. Di bawah kepemimpinan Pieter, fokus akan diarahkan pada penyediaan kualitas produk yang konsisten, turnaround time yang efisien dan dapat diprediksi, serta solusi yang gesit untuk rute musiman maupun rute berkapasitas tinggi.
Pieter menyampaikan: “Saya merasa terhormat dipercaya memimpin operasi catering di Denpasar dan membangun capaian yang telah dirintis IAS Hospitality bersama dnata Catering & Retail. Fokus saya adalah menghadirkan layanan unggul dan kinerja operasional yang solid. Dengan kekuatan kolektif tim, kami berkomitmen memperkuat kemitraan dengan maskapai dan mendukung ekspansi rute premium di Asia Tenggara.”
Ia menambahkan: “IAS Hospitality siap menjadi mitra catering yang tepercaya dan berkualitas tinggi bagi maskapai yang beroperasi di Indonesia.”
Tentang IAS Hospitality
IAS Hospitality (IASH), anak perusahaan PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) di bawah InJourney Holding, adalah operator airport hospitality terdepan di Indonesia. Dengan 27 lounge premium, 13 layanan concierge dan passenger handling, serta bisnis inflight catering yang berkembang di Bali, IASH melayani jutaan penumpang setiap tahun di 23 bandara di seluruh Indonesia.
Tentang Pieter Harting
Pieter memiliki rekam jejak kuat dalam meningkatkan kualitas operasional, produktivitas, dan kepuasan pelanggan. Ia berhasil mendorong pertumbuhan pendapatan hingga 60% di berbagai pasar, mengimplementasikan sistem modern seperti Lean Manufacturing, SAP Warehouse Management, dan Quintiq scheduling, serta menstabilkan operasi kompleks di AS sambil memperluas portofolio kontrak maskapai.
Ia juga memimpin transformasi salah satu fasilitas catering terbesar di Asia Pasifik di Malaysia, menggandakan kapasitas produksi dan meningkatkan standar layanan serta memperkuat kerja sama dengan maskapai internasional. Catatan ini menegaskan kemampuannya memimpin tim lintas budaya, mengeksekusi transformasi operasional berskala besar, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi pelanggan maskapai.




